Narkoba vs HAM

24 Nov 2012

Dalam sebuah kesempatan, secara tidak sengaja aku mendengar percakapan dua orang yang sedang menikmati makan malamnya disebuah warung makan pinggir jalan. Pada mulanya aku tidak tertarik dengan isi pembicaraan mereka karena aku menganggap kurang etis rasanya jika harus menguping percakapan orang lain. Namun mendengar topik pembicaraannya, aku jadi tertarik untuk menyimak lebih jauh apa sebenarnya yang sedang mereka bahas.

Dalam perbincangan itu, salah satu dari mereka bercerita bahwa dia sebenarnya pernah memakai atau menggunakan salah satu jenis narkoba. Awal mula berkenalan dengan narkoba itu dimulai saat dia sedang menghadapi masalah yang menurutnya amat pelik dan belum juga menemukan solusinya. Disaat masih berkutat dengan masalahnya itu, dia mencoba untuk mencari hiburan dengan cara bergabung bersama teman-temannya yang hobi pergi ketempat hiburan malam. Disitulah dia mencoba untuk pertama kalinya menggunakan narkoba.

Setelah sekali mencoba, dia merasa sedikit terhibur atau lebih tepatnya merasa masalahnya hilang berganti dengan kesenangan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Hal inilah yang membuat dia jadi ketagihan, meskipun menurut ceritanya dia masih bisa mengontrol apa yang dia lakukan. Dan dalam pembicaraan selanjutnya dia mengatakan bahwa yang ia lakukan adalah sesuatu yang wajar dan menganggap itu merupakan salah satu hak asasi manusia (HAM). Dia berpikir toh yang dia lakukan tidak merugikan orang lain. Uang yang ia gunakan untuk membeli narkoba adalah uangnya sendiri, begitupun tempat yang digunakanpun juga dirumahnya sendiri.

Mendengar kata wajar dan HAM inilah yang menggelitik rasa penasaranku. Terbersit pertanyaan dalam pikiranku, benarkah menggunakan narkoba merupakan hak asasi seseorang?

Pertanyaan ini yang terus saja terngiang ditelingaku. Adakah yang bisa bantu menjawab pertanyaan ini…?


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post