Tukang Palak

8 Nov 2012

Jika kita mendengar kata tukang palak maka yang terlintas dipikiran kita adalah sosok seseorang yang bertampang beringas, menyeramkan dan bisa membahayakan keselamatan kita. Namun seiring perkembangan zaman tampilan dan cara tukang palak sekarang rupanya sudah mengalami perubahana menjadi lebih santun, berpakaian rapi, berdasi dan tidak lagi menampilkan kesan beringas dan menyeramkan. Meskipun tujuannya tetap sama yakni meminta uang.

3de8eb1895cd668921f65e9c21b58f50_tukang_palak_by_comolo

Sumber Gambar

Dalam satu atau dua minggu terakhir, istilah tukang palak kembali ramai diperbincangkan dan menghiasi berbagai media baik elektronik maupun cetak. Hal ini berawal dari laporan DI Menteri BUMN kepada Seskab lalu dilanjutkan ke BK DPR-RI yang menyebutkan bahwa ada beberapa oknum anggota DPR yang terindikasi merangkap sebagai “tukang palak” perusahaan BUMN. Terlepas benar atau tidaknya laporan ini, karena memang agak susah membuktikan kejahatan seperti ini, yang jelas sekarang ada beberapa anggota dewan yang langsung bereaksi dengan membantah semua kabar yang berkembang.

Tetapi dilihat dari caranya membantah tampak adanya kepanikan sehingga terkesan seperti orang kebakaran jenggot. Terbukti dari statment yang dikeluarkan melalui detik.com yang menyatakan bahwa DI adalah seorang pembohong dan pengecut. Padahal semestinya kalau memang merasa tidak melakukan seperti yang dituduhkan, bisa melakukan klarifikasi secara baik-baik. Atau bahkan bisa menempuh jalur hukum jika memang ternyata tidak benar adanya.

Anehnya ada beberapa anggota dewan yang ikut-ikutan memberikan statment kemedia yang isinya menyudutkan DI, dan nampak sedang berusaha menutup-nutupi dan melindungi apa yang sudah dilakukan koleganya. Padahal mereka itu wakil rakyat, yang digaji dengan uang rakyat dan sudah sewajarnya mati-matian membela kepentingan rakyat.

Lebih aneh lagi, ada anggota dewan yang biasanya teriak paling kencang jika ada pihak lain yang terindikasi melakukan kesalahan, kenapa sekarang mereka justru menghilang entah kemana. Raib bak ditelan bumi. Mana suaramu bung..? Apa karena kolegamu yang terindikasi berbuat demikian, sehingga kalian sekarang tiarap. Padahal saat ini rakyat sedang menunggu apa reaksi dan tindakan kalian.

Sejujurnya rakyat saat ini sangat mengharapkan kalian memberikan dukungan terhadap apa yang telah dilakukan DI dalam memberantas praktek kongkalingkong anggaran, bukan menutupi apalagi melindungi. Saat ini adalah waktu yang tepat untuk membuktikan semua ucapan kalian yang katanya ingin memberantas semua tindak kejahatan yang merugikan rakyat.

Janganlah kalian berubah menjadi tuli dan bisu, hanya karena yang melakukan adalah temanmu sendiri. Kecuali jika memang kalian juga terlibat. Dan jika itu yang terjadi maka tunggulah pengadilan rakyat atas kelakuan kalian selama ini.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post