Siapa sebenarnya yang sampah…?

22 Oct 2012

Entah apa yang ada dibenak para anggota dewan yang katanya terhormat ini, sehingga harus memilih untuk bolos pada sidang paripurna yang digelar beberapa waktu yang lalu. Sebagai wakil rakyat, seharusnya merekamenyadarisepenuhnya akan tugas dan tanggungjawabnya. Tapi dengan kejadian ini, cukup membuktikan bahwa mereka bukanlah wakil rakyat yang baik, dan mereka bukanlah wakil rakyat yang bertanggungjawab.

Menariknya saat membaca berita ini, ada salah seorang wakil rakyat yang dengan lantang mengutuk keras ulah oknum TNI AU yang melakukan tindak kekerasan pada wartawan. Benar bahwa tindak kekerasan tidak boleh dilakukan oleh siapapun kepada siapapun dengan alasan apapun dan kita semua sepakat akan itu, namun ucapan yang dilakukan anggota DPR ini seolah berusaha menutupi kebusukan yang terjadi dilingkungannya. Menutupi kekurangan yang terjadi pada koleganya sendiri.

Dari sisi mata rakyat awam, pernyataan yang dilontarkan salah satu wakilnya ini seolah ingin mengatakan bahwa hanya oknum perwira TNI AU itu saja yang sampah, sementara dia dan rekan-rekannya sesama wakil rakyat bukanlah sampah. Tapi kalau kemudian saat sidang paripurna wakil rakyat ini tidak hadir alias bolos, apa mereka juga bukan sampah? Dimana letak tanggungjawabnya? Dimana rasa malunya disimpan?

Rakyat lalu akan bertanya kenapa ketika pihak lain melakukan tindakan yang tidak sesuai aturan yang ada, mereka langsung beramai-ramai teriak dan menghujat sana sini. Sementara jika koleganya sendiri yang melakukan hal yang sama mereka berlomba-lomba untuk tutup mulut. Aneh dan tidak adil rasanya.

Sebenarnya rakyat akan respect jika semua wakilnya di DPR kritis apabila melihat sesuatu yang tidak benar terjadi, siapapun pelakunya. Jangan pandang bulu. Mau eksekutif, yudikatif apalagi legislatif jika melakukan tindakan yang melanggar aturan kritisi. Karena rakyat akan selalu berada dibelakangnya jika wakilnya ini mau berbuat demikian. Dan rakyat akan semakin antipati kepada wakilnya ini jika hanya mau dan bisa mengkritisi pihak lain tapi tidak mau mengkritisi pihak internalnya sendiri.

Semoga kejadian ini bisa menjadi pembelajaran buat kita semua.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post