Ikhlas dan Pencitraan itu beda tipis lho…

27 Mar 2012

Mencermati perkembangan politik belakangan ini terkait rencana pemerintah untuk menaikan harga BBM per 1 april 2012 ternyata membuat kepala ini menjadi pusing juga. Berbagai pemberitaan dimedia massa baik cetak maupun televisi sepertinya berlomba-lomba untuk menyajikan berita terkini. Dan hal ini ternyata dimanfaatkan betul oleh partai politik baik pendukung maupun penentang kebijakan pemerintah untuk membentuk opini masyarakat dan tentu saja opini yang digulirkan disesuaikan dengan keinginan dan kepentingan masing-masing partai politik tersebut.

# Versi partai pendukung

Bagi partai pendukung yang dimotori Partai Demokrat, opini yang dikembangkan adalah bahwa kebijakan yang diambil pemerintah untuk menaikkan harga BBM berkaitan dengan harga minyak dunia yang saat ini sedang mengalami kenaikan. Sehingga pemerintah perlu mengambil langkah untuk menaikan harga BBM dalam negeri.

Kenaikan harga BBM ini dimaksudkan untuk mengamankan APBN agar tidak mengalami defisit. Karena jika harga BBM tidak dinaikkan maka besarnya biaya subsidi BBM yang diambil dari APBN bagi masyarakat miskin akan membengkak. Sementara yang menikmati subsidi BBM ini kebanyakan justru dari kalangan menengah keatas bukan rakyat miskin. Sehingga bisa diartikan subsidi BBM ini tidak tepat sasaran.Oleh karena itulah, pemerintah berencana mengurangi subsidi ini dengan cara menaikkan harga BBM. Lalu untuk meringankan beban rakyat miskin akibat kenaikan harga BBM ini dibuatlah program yang dinamakan BLSM.

Pertanyaannya kemudian benarkah program BLSM ini murni untuk kepentingan rakyat tanpa ada muatan politisnya? Misalnya untuk mengurangi antipati masyarakat terhadap partai politik pendukung pemerintah. Jika demikian adanya bukankah itu hanya sebuah usaha pencitraan bukan ikhlas. Tapi jika jawabannya adalah memang murni untuk kepentingan nasional tanpa ada embel-embel, maka sudah sepantasnya kita dukung kebijakan itu.

# Versi partai penentang

Menurut partai politik penentang, kebijakan pemerintah yang berencana menaikkan harga BBM adalah suatu kebijakan yang akan menyengsarakan dan mencekik rakyat. Oleh karena itu kebijakan ini harus ditentang. Salah satu caranya adalah dengan mengerahkan massanya ke jalan untuk melakukan unjuk rasa.

Sebagai partai politik menentang kebijakan pemerintah dalam hal menaikan harga BBM adalah suatu hal yang wajar dan sah dalam negara demokrasi. Pun termasuk mengerahkan massanya kejalan, itu juga suatu hal yang lumrah dan dilindungi undang-undang. Namun bukankah mereka sudah punya perwakilan (dibaca: fraksi) di DPR? Kenapa tidak memaksimalkan peran itu? Ini pula yang dikemukan Taufik Kiemas yang notabene sebagai salah satu politisi senior PDI Perjuangan.

Pertanyaanya kemudian benarkah apa yang diperjuangkan partai politik penentang ini benar-benar murni karena pro kepentingan rakyat? Ikhlas memperjuangkan hak-hak rakyat? Atau hanya sebuah usaha pencitraan saja.

Jika jawaban dari semua pertanyaan itu adalah ikhlas demi kepentingan rakyat Indonesia maka kita patut mendukungnya. Namun jika tidak maka rakyat akan menilai dan bisa jadi pada pemilu yang akan datang partai politik ini tidak akan dipilih rakyat lagi.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post